PROSPEK WIRAUSAHA BISNIS PENJUALAN PAKAIAN SECARA OFFLINE DAN ONLINE

TUGAS KARANGAN ILMIAH

PROSPEK WIRAUSAHA BISNIS PENJUALAN PAKAIAN SECARA OFFLINE DAN ONLINE

 

 

 

 Disusun oleh:

Nama     :DHIKA AUGUSTYAS ARY HAMZAH

NPM      : 21210927

Kelas      : 3EB01

 

              UNIVERSITAS GUNADARMA

                 S1-AKUNTANSI

Bab I

Pendahuluan

1.1 Latar belakang

Wirausaha merupakan seseorang yang mampu memindahkan atau mengkonversikan sumber-sumber daya ekonomis dari tingkat produktivitas rendah ketingkat produktivitas yang lebih tinggi (Richard Cantillon).

Harvey Leibenstein (1968, 1979) menyatakan bahwa kewirausahaan mencakup kegiatan yang dibutuhkan untuk menciptakan atau melaksanakan perusahaan pada saat semua pasar belum terbentuk atau belum teridentifikasi dengan jelas, atau komponen fungsi produksinya belum diketahui sepenuhnya.

Orang yang melakukan kegiatan wirausaha disebut wirausahawan. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mendefinisikan wirausahawan sebagai orang yang pandai atau berbakat mengenali produk baru, menyusun cara baru dalam berproduksi, menyusun operasi untuk pengadaan produk baru, mengatur permodalan operasinya, serta memasarkannya.

Dalam menjalankan suatu usaha (wirausaha), wirausahawan harus memiliki sikap :

  1. Disiplin
  2. Komitmen Tinggi
  3. Jujur
  4. Kreatif dan Inovatif
  5. Mandiri
  6. Realistis

Setelah mengetahui sebagian kecil mengenai wirausaha, penulis akan membahas prospek wirausaha pakaian dengan penjualan offline (toko) dan online. Bisnis pakaian merupakan salah satu bisnis dengan prospek yang menjanjikan.

Pakaian merupakan kebutuhan primer bagi manusia. Kebutuhan primer adalah kebutuhan yang mutlak harus dipenuhi dan tidak dapat diganti dengan yang lain, karena jika tidak penuhi maka akan menimbulkan permasalahan atau kesulitan dalam hidup.

Pakaian yang merupakan salah satu kebutuhan primer yang selalu mengikuti arus zaman. Dengan mengikuti trend masa kini yang menjadikan pakaian Nampak tidak kaku, nyaman dipakai dan sedap dipandang mata. Selain itu bagi sebagian orang pakaian dapat juga merupakan sebagai barang yang menunjukkan keberadaaan atau tingkat sosial dan ekonomi orang tersebut.

Pada zaman global saat ini, tingkat informasi dapat beredar dengan cepat melalui jaringan computer yang disebut internet. Model pakaian yang ada di seluruh dunia pun dapat diketahui dengan cepat sehingga setiap orang dapat mengetahui model pakaian jenis apa yang sedang mendunia.

Penjualan secara offline dapat diartikan sebagai penjualan yang menggunakan media tempat sebagai sarana menjual dan memasarkan produk. Faktor toko merupakan hal utama dalam penjualan produk sehingga produk tersebut dapat dikenal dipasar. Ada beberapa hal yang utama untuk menjual atau menempatkan produk di toko, antara lain lokasi yang strategis, fasilitas internal toko, serta penataan produk yang tepat. Selain itu, untuk menjual produk di toko memerlukan dana yang mahal dalam membangun ataupun membeli serta menyewa sebuah toko. Biaya pemeliharaan, biaya perlengkapan dan pembelian perkakas untuk melengkapi interior toko guna mendukung transaksi di dalam toko.

Penjualan secara online lebih praktis karena tidak memerlukan biaya yang besar, dan jangkauan pasar yang lebih luas karena melakukan pemasaran secara online. Tantangan yang dihadapi dalam bisnis penjualan secara online akan sangat bergantung terhadap kepercayaan konsumen karena tidak berhadapan secara langsung. Untuk melakukan bisnis secara online dibutuhkan kepercayaan jika konsumen tersebut benar-benar ingin membeli produk pakaian tersebut. Alur transaksi pembayaran harus jelas sehingga tidak terjadi penyimpangan dalam proses transaksi penjualan.

Melakukan promosi secara online maka dibutuhkan biaya untuk pembuatan blog atau website, walaupun banyak situs pembuatan blog yang diberikan gratis. Selain itu dibutuhkan desain grafis untuk membuat blog terlihat lebih menarik sehingga menarik konsumen untuk mengunjungi website tersebut serta melihat catalog online yang tersedia.

Menyatukan pemasaran secara online dan offline akan cukup meningkatkan tingkat penjualan produk pakaian serta dengan adanya inovasi menciptakan desain blog serta desain pakaian yang menarik akan meningkatkan tingkat penjualan serta minat konsumen.

 

1.2 Tujuan Penulisan

  1. Karangan ilmiah ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah softskill Bahasa Indonesia 2
  2. Untuk memberi gambaran mengenai salah satu bisnis didunia wirausaha yang cocok untuk dikembangkan
  3. Untuk memberikan gambaran mengenai bisnis pakaian.
  4. Untuk memberikan wawasan bagaimana cara mengembangkan bisnis pakaian
  5. Untuk memberikan informasi promosi yang dilakukan dalam penjualan pakaian.

 

Bab II

Pembahasan

Hipotesa dalam karangan ilmiah

            Hipotesis Penelitian    : Terdapat peningkatan penjualan pakaian di pasaran, dengan segmentasi pasar untuk kalangan remaja di Jakarta melalui pemasaran melalui toko (offline) dan secara online.

Hipotesis Operasional     :  Dengan menggunakan jenis bahan yang nyaman digunakan, dan desain yang menarik pakaian didistribusikan ke pasaran dengan menjualnya melalui toko (offline) dan secara online.

Hipotesis Nol (H0)      : Terdapat peningkatan sebesar >=30% penjualan pakaian distro di pasaran, dengan segmentasi pasar untuk kalangan remaja, dengan menjual produk pakaian secara online dan offline

Hipotesis Alternatif (Ha/H1) : Tidak terdapat peningkatan sebesar atau(<30%) penjualan pakaian distro di pasaran, dengan segmentasi pasar untuk kalangan remaja, dengan menjual produk pakaian secara online dan offline

Dengan uji statistik hipotesis Statistik  Regresi linier sederhana     : a(alpha) 10%, b (beta) 0,3

Persamaan regresi linier sederhana : Y = a + b (X)

Diasumsikan bahwa terdapat data penjualan pakaian secara offline dan online

Biaya Promosi

(Penjualan offline dan Online)

Tingkat Penjualan
50 40
51 46
52 44
53 55
54 49

Dari data tersebut didapatkan persamaan regresi Y= -93,6 + 2,7X

Koefisien Korelasi (r) : 0,7582, koefisien determinasi (r2) = 0,5749 (57,49%)

Standar Estimasi (Se) = 4,239

Langkah pengujian hipotesis :

  1. Tentukan Ho dan Ha

Ho :  >= 0,3

Ha : < 0,3

  1. Uji hipotesis 1 arah
  2. Tingkat signifikan (a) = 0,1

2. Wilayah Kritis

Db = n – 2

= 5 – 2

= 3

t table (0,1 ; 3) = 1,638

3. Nilai hitung

Sb = 1,34

t hitung = b/sb

t hitung = 2,7/1,34

t hitung = 2,014

BAB III

Kesimpulan

t table < t hitung (1,638 < 2,014), maka Ho diterima.

Jadi, asumsi yang menyatakan bahwa hubungan antara biaya promosi (penjualan) secara online dan offline dengan tingkat penjualan sedikitnya 30% adalah benar, serta mempengaruhi tingkat penjualan sebesar 57,49%.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s