LPI VS ISL

Pergantian kursi kepemimpinan PSSI sudah dilaksanakan, namun ternyata hal itu tidak berarti banyak, dualisme Liga di Indonesia masih saja terjadi. ISL yang sebelumnya menjadi liga yang disetujui PSSI saat ini malah menjadi liga yang tidak diakui oleh kepengurusan yang baru. ISL adalah liga bentukkan PSSI yang lama yaitu Nurdin Halid, sedangkan saat ini liga yang diakui PSSI adalah IPL bentukkan Djohar Arifin. Ternyata penggantian pemimpin PSSI belum bisa berbuat banyak yang belum bisa menemukan jalan tengah agar kompetisi ISL dan LPI bisa diselesaikan dengan baik sehingga tidak timbul lagi dualisme liga seperti ini.

Dampak nyata dari adanya 2 kompetisi yang berbeda ini tentu akan menjadi dampak besar bagi pemain. Pemain-pemain yang berbakat maupun generasi muda juga akan terbentur keinginannya untuk menjadi punggawa timnas jika berlaga di kompetisi yang tidak resmi. Pengembangan mulai dari infrastruktur hingga pengembangan usia muda juga akan mengalami kesulitan bahkan tidak akan berjalan dengan semestinya karena adanya hal tersebut. Semoga hal ini bisa jadi pembelajaran bagi kita semua terutama PSSI untuk bertindak lebih tegas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s