Andai Aku Terlahir Bukan di Indonesia

Indonesia, Indonesia, Indonesia. Begitu pelik negara ini. Negara yang Indah akan pesona alamnya, negara yang elok akan budayanya dan negara yang dicintai karena keramahannya. Namun, itu hanyalah sebagian keindahan yang sebenarnya tertutupi oleh berbagai macam masalah yang pelik di negara ini. Dengan dicap sebagai salah satu negara terkorup di dunia, masalah korupsi seperti mengakar di negeri kita.  Kasus-kasus korupsi yang tiada hentinya menghiasi hari-hari kita, kasus yang tidak terselesaikan. Uang dan tahta seperti menjadi raja di negara kita. Anda punya uang dan Tahta, semua bisa terselesaikan dengan mudah. Lihatlah kasus-kasus biasa seperti anak dibawah umur yang dituduh mencuri sendal yang mendapat ancaman kurungan 5 tahun penjara. Atau kasus-kasus ringan lainnya yang sebenarnya bisa diselesaikan dengan kekeluargaan yang malah berbuntut panjang. Berbeda dengan itu, korupsi menjadi kasus yang sangat sulit diberantas. Koruptor yang dengan bebas jalan-jalan keliling Indonesia walaupun seharusnya ada dalam tahanan sampai penyidikan terhadap terpidana korupsi yang terpaksa harus ditunda-tunda dengan alasan terpidana sedang sakit. Kacau, lihat kasus Mesuji dan Bima yang sepertinya aparat pemerintahan yang seharusnya melindungi rakyatnya malah melindungi penguasa yang memiliki banyak uang.

Selain itu masalah bencana seperti banjir yang tidak henti-hentinya selalu hadir setiap musim hujan. Menjadi bukti ketidakseriusan maupun ketidakmampuan pemerintah untuk menangani masalah-masalah tersebut. Janji-janji yang hanya diumbar namun tak dilaksanakan. Hal-hal tersebut malah membuat masalah-masalah baru yang kian mempurukan keadaan. Import yang berlebihan, semua serba barang import. Sehingga bukan surplus yang didapat, malah defisit setiap tahun yang kita dapatkan. Petani-petani menjadi kesulitan karena segala barang kebutuhan pokok yang beredar banyak barang impor. Menjadikan petani tentu terpinggirkan dengan kebijakan pemerintah yang seperti itu.

Masalah perbatasan yang sepertinya pemrintah tidak tegas menanganinya. Masyarakat perbatasan yang terpinggirkan jauh dari sentuhan pemerintah. Jauh dari sentuhan keadilan dan kemakmuran. Kondisi yang dimanfaatkan negara lain untuk mencaploknya menjadi daerah negara mereka. Masalah begitu banyaknya TKI yang disiksa dan mengalami kasus pidana. Kenapa harus TKI yang sehari-harinya bertugas sebagai pelayanan yang dikirim keluar. Sepertinya bangsa kita adalah bangsa pelayan yang selalu melayani orang asing. Ironis nasib bangsa kita tentunya yang menjadi cambukkan keras bagi pemerintahan ini.

Seandainya aku terlahir di Negara lain, negara Eropa yang makmur misalkan, tentu aku tidak akan menemui masalah-masalah rumit seperti ini. Butuh waktu lama untuk kita melihat Indonesia yang makmur, damai dan sentausa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s